Indah Telaga Ngebel
Potret Telaga Ngebel
Senja yang indah di Telaga Ngebel.Telaga Ngebel terletak di daerah wewengkon (Jawa: kuasa) kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.Sekitar 25 km dari pusat kota Ponorogo.suasana indah ada di telaga ini.pohon-pohon rindang yang memagarinya pohon yang sudah berumur tua.suhu rata-rata 22-23℃.
Hmm yang paling enak buat muda-mudi.yang enak lagi nila bakar yang dinikmati seraya memandang senja.
Foto diambil dari photobucket Telaga Ngebel
grebeg suro
Grebeg suro merupakan acara
tahunan yang dirayakan setiap
tanggal 1 Muharram < 1 Suro
pada tahun Jawa > . Kegiatan ini
dirayakan untuk mengenang
kejayaan kerajaan Bantarangin
yang berjaya dan dikenalnya
warok ( kesatria-kesatria pilih
tanding yg sakti mandraguna,
yang kedua juga untuk
memperingati dan menyukuri
kedatangan tahun baru Islam
Hijriyah. Acara Grebeg Suro di
Ponorogo dipelopori oleh salah
seorang tokoh warok di
Ponorogo yaitu Mbah Wo
Kucing.
pesta budaya grebeg suro
Ponorogo - Pesta budaya
Grebeg Suro mulai digeber.
Berbagai kegiatan yang menjadi
agenda tahunan pemkab akan
digelar selama sebulan penuh.
Diantaranya Festival Reyog
Nasional (FRN) yang menjadi
ajang olah seni Reyog tingkat
Nasional. Selain itu, ada pula
berbagai kesenian dan budaya
yang memberikan hiburan
masyarakat. “Grebeg itu bukan
hanya sekedar pesta budaya,
tapi sebuah ritual yang sarat
akan makna, ” Terang Luhur
Karsanto Setda Pemkab.
Ponorogo kemarin.
Sebagai pembuka rangkaian
Grebeg, telah digelar berbagai
kegiatan. Seperti simaan Al-
Quran dan istigosah yang diikuti
ribuan tokoh dan masyarakat.
Acara yang bernuansa religi
tersebut digelar du Pendopo
Pemkab. “Religiusitas menjadi hal
utama bagi Pemkab dalam
menjalankan setiap kegiatan,”
Ujarnya.
Selain Nuasa Religis, nuansa
budaya telah mewarnai
pembukaan Grebeg. Yakni
dengan dicatatkannya Tari Reyog
Massal dari Ponorogo dalam
museum Rekor Indonesia
(MURI). Tari yang melibatkan
guru dan Siswa TK/Rabata itu
diikuti sekitar 19000 peserta.
“Tari massal itu hanya menjadi
pemanasan pesta budaya dalam
grebeg, masih banyak yang lebih
seru dan menarik, ” katanya
sambil Promosi.
Dalam grebeg mendatang,juga
digelar Kirab, Pemilihan Duta
Wisata Kakang Senduk, acara
Larung Risalah Do ’a.
sementara, ribuan pedagang
kecil produk asli Ponorogo juga
akan mewarnai Grebeg di Alon-
alon. Berbagai produk lokal
dipajang dalam kegiatan selama
bulan Suro itu. “Kami berharap,
kegiatan itu bisa menjadi motor
penggerak ekonomi masyarakat.
Khususnya pengusaha lokal, ”
tanda pria yang sangat dekat
dengan para kuli tinta itu.
Perayaan Grebeg Suro 2009
dan Festival Reyog Nasionall
XVI merupakan kegiatan rutin
yang bertujuan melestarikan
nilai-nilai luhur budayabangsa,
yakni kekhasan dan keaslian
Reyog yang menjadi seni asli
Ponorogo. Dengan digear festival
tahunan, diharapkan seluruh
anak bangsa dan manca Negara
memahami bahwa Reyog
merupakan kesenian asli
Ponorogo.
“ meski Reyog kini telah
menyebar ke berbagai belahan
dunia, aslinya berasal dari
Ponorogo. Sehingga perlu
digelar Festival di daerah asalnya
itu, yakni Ponorogo. Sehingga
tidak akan ada lagi klaim atau
pencaplokan dari daerah atau
Negara lain. ” Paparnya.
Show hidden content (spoiler)
Lantaran Grebeg Suro
merupakan ajang Nasional,
pihaknya mampu menarik
wisatawan dari luar kota untuk
datang ke Ponorogo. Tak hanya
itu, juga seniman dari
mancanegara agar melihat
secara langsung asal mula
kesenian reyog. Sasaran yang
akan dicapai dalam pelaksanaan
Grebeg Suro 20009 dan
Festival reyog Nasional XVI
yaitu, memelihara nilai-nilai
religious yang berkembang di
tengah Masyarakat Kabupaten
POnorogo dalam menyambut
Tahun Baru Jawa 1 Suro serta
mengembangkan pelestarian seni
budaya tradisional khas
Ponorogo.
Kepanitian Grebeg Suro 2009
dan Festival Reyog Nasional
XVI ini langsung dipimpin
Sekretaris Daerah Kabupaten
POnorogo, yang bertindak
selaku ketua Umum dan Kepala
Dinas Pariwisata dan Seni Budaya
Kabupaten Ponorogo selaku,
Ketua Harian yang dibantu oleh
koordinator yang
mengkoordinasikan 12 bidang
kegiatan. Mengingat besarnya
misi yang diemban dan luasnya
lingkup kegiatan kepanitiaan ini
selain melibatkan Dinas
Pariwisata dan Seni Budaya
sebagai instansi teknis, juga Dinas
dan instansi lain diingkup
pemerintah daerah seta tokoh-
tokoh masyarakat yang
kompeten dalam bidangnya.
(Kepala Bagian Humas dan
Protokol Setda Kabupaten
Ponorogo - Heru Purwanto,
SH)
diambil dari postingan p aguyuban Warga reog
Wisata Ponorogo
Inilah Wiasata Yang Ada dibumu Reog
wisata agama
Tempat ibadah bersejarah
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata tempat ibadah diantaranya : – Masjid Tegalsari Jetis
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
wisata alam
Hutan wisata Kucur
nilai: satuan:
Lokasi : desa. Biting kec.
Keterangan: Hutan wisata ini terletak di Desa Biting, dengan luas 257,980 Ha. Untuk mencapai lokasi Hutan Wisata Kucur ini harus melewati tanjakan berbatu sejauh � 3 km. Dari jalan besar yang menghubungkan Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri. Beberapa fasilitas yang sudah tersedia, antara lain : kolam berukuran 3×6 m. yang airnya jernih serta rumah peristirahatan (pesanggrahan) yang cukup bagus dengan beberapa fasilitas mainan anak-anak. Disamping hutan Wisata ini, terdapat bendungan Dangkak yang letaknya di Desa Krebet, lokasinya terletak di antara Dusun klitik dan Siduwayah. Luas areal sekitar 2 Ha. Kedalaman air sekitar 9 m. Bendungan ini potensial untuk menyalurkan hobi memancing.
Sumber data: Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur
Gunung
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata Gunung diantaranya : – Gunung Bayang Kaki Kec. Sawoo – Gunung Pringgitan – Gunung Loreng Slahung
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Air terjun
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata air terjun diantaranya : – Air terjun Platuk Sooko – Air terjun Klenteng – Air terjun Kokok Sawoo – Air terjum Widodaren Jambon – Grojogan Coban
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Mata air
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata mata air diantaranya : – Sendang Waluyo Jatiningsih – Sumber air panas dan air masam di Ngebel – Mata air Tanjung Sari Jenangan – Beji Pager Bungkal – Mata air Ngembak
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Telaga
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata telaga diantaranya : – Telaga Ngebel
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Goa
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata goa diantaranya : – Goa Lowo Sooko dan Sampung – Goa Ngor Tumpuk Sawoo – Goa Pertapan Munggu, Bungkal
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Hutan
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata hutan diantaranya : – Hutan wisata Kucur
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
wisata bahari
Telaga Ngebel
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec. Ngebel
Keterangan: Telaga mampu menampung air sebanyak 79.960.000 m3. Telaga ini berfungsi sebagai waduk dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Jalan lingkar Telaga Ngebel sepanjang 5 km. Sekeliling Telaga. Dengan fasilitas rumah peristirahatan (pesanggrahan) untuk menginap serta ditunjang dengan Pondok Wisata . Listrik dan telepon telah merambah dikawasan Telaga Ngebel. Sebenarnya, selain Telaga Ngebel di wilayah Kecamatan Ngebel terdapat beberapa obyek wisata penunjang yakni sumber air panas dan sumber air asam di Desa Talun, yang berjarak 2 km dari Telaga Ngebel.
Sumber data: Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur
wisata buatan
Taman rekreasi
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata taman rekreasi diantaranya : – Kolam renang Tirto Menggolo – Singo Pitu kompleks aloon-aloon – Taman Sukosewu Sukorejo
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
wisata budaya
Kesenian tradisional
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata kesenian tradisional (Grebeg Suro) diantaranya : – Festifal Reog – Kirab Hari Jadi Ponorogo – Prosesi Larungan Risalah Doa – Pameran Pembangunan
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Wisata minat khusus
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata minat khusus diantaranya : – Pondok Pesantren – Industri Kerajinan – Perkebunan minyak kayu putih Sukun
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
wisata sejarah
Makam Bathoro Katong
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Makam yang terletak di kelurahan Setono Kecamatan Jenangan sekitar 5 km arah timur dari Kota Ponorogo. Makam pendiri Kota Ponorogo ini merupakan andalan Kabupaten Ponorogo dalam menarik kunjungan wisatawan. Pada hari-hari tertentu, makam ini banyak dikunjungi peziarah setiap acara Grebek Suro.
Sumber data: Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur
Monumen
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata monumen diantaranya : – Monumen Suprapto Sukowati Ponorogo
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
Makam bersejarah
nilai: satuan:
Lokasi : desa. kec.
Keterangan: Potensi pariwisata makam bersejarah diantaranya : – Makam Batoro Katong – Makam Gondoloyo Jenangan – Makam Srandil – Makam Adipati Pedaten Pulung
Sumber data: BAPPEDA Kab. Ponorogo
di posting dari :http://www.eastjavabiz.org/local/pasar+++.php?b=Kab.%20Ponorogo&xc=Tourism
copy paste dari http://hadiaputre.wordpress.com. semoga bermanfaat.
Akhirnya REOG PONOROGO dipatenkan di tingkat dunia
Hak paten tingkat dunia untuk kesenian asli daerah Ponorogo, yakni “Reog Ponorogo”, tengah diurus oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Gunardi, Minggu 02 Agustus 2009, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengamankan kebudayaan asli Ponorogo setelah ancaman akan hilangannya seni Reog karena diklaim sebagai budaya Malaysia dengan sebutan “Tari Barongan”.
Sebenarnya, lanjut Gunardi, pengurusan hak paten ini telah dilakukan sejak tahun 2004, atau sebelum kesenian Reog ini diklaim sebagai milik Malaysia. “Hasilnya, pemkab berhasil mendaftarkan hak paten kesenian Reog sebagai kesenian asli Ponorogo ke Departemen Hukum dan HAM dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004,” ujarnya.
Menurut Gunardi, hak paten tingkat dunia tersebut tengah memasuki proses penjajakan dengan pihak terkait yang ada di tingkat pusat. Ia berharap proses hak paten internasional tersebut tidak mengalami kendala.
Semua elemen, baik eksekutif, legislatif, maupun kalangan pencinta kesenian Reog di Ponorogo, tambah Gunardi, telah berbulat tekad untuk mengamankan warisan budaya yang nyaris hilang ini akibat kesalahpahaman dengan pemerintah Malaysia.
“Kami yakin, upaya tersebut akan didukung oleh masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.
Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Departemen Pariwisata, Kebudayaan, dan Pendidikan untuk mengurus masalah ini.
Wacana itu, terang Gunardi, sudah dibahas dengan Bupati Ponorogo. “Reog Ponorogo diharapkan menjadi salah satu ikon Indonesia, seperti senjata tradisional Jawa, yakni keris,” katanya.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2007, rakyat Indonesia dikejutkan dengan tampilan tarian serupa Reog yang diberi nama Barongan di situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia. Tarian tersebut diklaim sebagai warisan Melayu yang dilestarikan di Batu Pahat, Johor, dan Selangor, Malaysia.
“Berkaitan dengan peristiwa tersebut, perwakilan Pemkab Ponorogo, yakni saya sendiri dan Bupati Muhadi, bertolak ke Jakarta untuk menemui Duta Besar Malaysia di Indonesia, guna memperoleh klarifikasi,” kata Gunardi memaparkan.
Hasilnya, pemerintah Malaysia mengaku hanya mengumpulkan semua budaya atau etnis yang ada di daerahnya untuk memperkaya budaya aslinya dalam rangka menarik minat kunjungan pariwisata. “Meski demikian, kami tidak mau kecolongan lagi. Walapaun sudah ada hak paten dari Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia, perjuangan untuk mengamankan Reog Ponorogo dan budaya Indonesia lainnya harus terus dilakukan,” tegas Gunardi.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya berupaya untuk sesering mungkin mempertontonkan kesenian Reog Ponorogo ke kalayak umum dalam berbagai kesempatan.
“Seperti dalam rangka hari jadi Kabupaten Ponorogo tahun ini, pemkab setempat akan menggelar Festival Reog Mini tingkat pelajar. Tujuannya, selain untuk melestarikan budaya, juga sebagai upaya untuk mencari kader pemain kesenian Reog,” katanya.






